• U N E S A

    U N E S A

    UNGGUL DALAM KEPENDIDIKAN KUKUH DALAM KEILMUAN (EXCELENT IN EDUCATION STRONG IN SCIENCE)

  • Albert Einstein

    Albert Einstein

    Kita tidak bisa memecahkan masalah kita dengan pemikiran yang sama pada saat kita menciptakannya

  • Success

    Success

    Cobalah tidak untuk menjadi seseorang yang sukses, tetapi menjadi seseorang yang bernilai

  • Guru Sejati

    Guru Sejati

    Hanya seseorang yang mengabdikan dirinya untuk suatu alasan dengan seluruh kekuatan dan jiwanya yang bisa menjadi seorang guru sejati. Dengan alasan ini penguasaan menuntut semuanya dari seseorang

  • Religion and Science

    Religion and Science

    Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh.

  • Everyone is a Genius

    Everyone is a Genius

    Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid

Hukum Newton 3

0 komentar
Hukum ini sering juga disebut dengan hukum aksi-reaksi. Hukum ini berbunyi “Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain maka benda yang di kenai gaya akan mengerjakan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan”
.
http://lasp.colorado.edu/~bagenal/1010/graphics/rocket_3rdlawa.gif
Hukum ini menyatakan jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda yang kedua ini akan mengerjakan gaya pada benda pertama yang besarnya sama dan arahnya berlawanan. Secara matematis dituliskan sebagai:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0HfVQSEpivzupFftIYpAuD10jXN4RP1inMS_S9eBiNTmgGxkp0EInj174Bx6pOP3wXfeUy_Cwww1BZ1BB8gkbFL-RIxnoMkmEyFGm_zXRAckUtoNSfEJQ-rdfjQlfE14e8ivXX4EyWdjj/s1600/rumus+hukum+3+n.bmp

Besarnya gaya reaksi sama dengan besarnya gaya aksi. Tanda negatif menyatakan bahwa arah gaya reaksi berlawanan dengan arah gaya aksi.

Contoh:
  1. Adanya gaya gravitasi


Selengkapnya

Hukum Newton 2

0 komentar
Hukum ini berbunyi “Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya“


Gaya dinyatakan dalam satuan Newton, massa dalam satuan kg dan percepatan dalam satuan meter per detik. Semakin besar massa benda maka semakin besar gaya yang diperlukan dan semakin besar percepatan suatu benda maka gaya yang diperlukan juga akan semakin besar Hukum II Newton ini dapat pula dinyatakan dengan laju perubahan momentum sebuah benda yang bergerak sebanding dan searah dengan gaya yang mempengaruhinya dan diformulasikan sebagai:

F = d(mv) / dt

Gaya merupakan turunan dari fungsi momentum suatu benda terhadap waktu. Jika massa benda adalah tetap maka:

F = m dv/dt

Gaya merupakan hasil kali antara massa benda dengan turunan fungsi kecepatan suatu benda terhadap waktu.

Contoh
  1. Mobil yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan gaya dan berbading terbalik dengan massa mobil tersebut


Selengkapnya

Hukum Newton 1

0 komentar

Hukum ini sering juga disebut sebagai hukum inersia (kelembaman). Hukum I Newton berbunyi “Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap”.
Pernyataan Hukum I Newton ini secara matematis dapat dituliskan sebagai: ?F = 0 (Jumlah dari semua gaya yang bekerja sama dengan nol.)

Contoh:
  • Penumpang akan serasa terdorong kedepan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.
  • Koin yang berada di atas kertas di meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara cepat.
  • Ayunan bandul sederhana.
  • Pemakaian roda gila pada mesin mobil.
http://mancinginfo.blogspot.com/


Selengkapnya

GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan)

0 komentar
Sebagaimana dijelaskan di depan bahwa sebuah benda yang bergerak tidak selalu memiliki kecepatan yang konstan dan lintasan lurus. Dalam Dalam kehidupan seharihari, setiap benda cenderung untuk mempercepat dan memperlambat secara tidak beraturan.

Gerak lurus yang memiliki kecepatan berubah secara beraturan disebut gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Benda yang bergerak berubah beraturan dapat berupa bertambah beraturan (dipercepat) atau berkurang beraturan (diperlambat). 

Photobucket

Gambar di atas menunjukkan grafik sebuah benda yang bergerak lurus berubah beraturan dari keadaan awal v0. Setelah t sekon, besar kecepatan benda itu berubah menjadi vt. Dari persamaan itu diperoleh : 



sehinggan diperoleh persamaan : 


Keterangan : 
vt = besar kecepatan pada t sekon (m/s) 
v0 = besar kecepatan awal (m/s) 
a = besar percepatan (m/s2) 
t = waktu (s) 
Jarak yang ditempuh benda pada saat t detik dapat dituliskan dengan persamaan berikut : 


Dari persamaan di atas diperoleh hubungan S, v, dan a pada gerak GLBB seperti persamaan di bawah : 




Selengkapnya

GLB (Gerak Lurus Beraturan)

0 komentar
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan lurus yang dalam waktu sama benda menempuh jarak yang sama. Gerak lurus beraturan (GLB) juga dapat didefinisikan sebagai gerak suatu benda yang menempuh lintasan lurus dengan kelajuan tetap.
Dalam kehidupan sehari-hari, jarang ditemui contoh benda yang bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Misalnya, sebuah mobil yang bergerak dengan kelajuan 80 km/jam, kadang-kadang harus memperlambat kendaraannya ketika ada kendaraan lain di depannya atau bahkan dipercepat untuk mendahuluinya.

Gerak lurus kereta api dan gerak mobil di jalan tol yang bergerak secara stabil bisa dianggap sebagai contoh  gerak lurus dalam keseharian.

GLB, gerak lurus beraturan

Dari gambar di atas, tampak bahwa setiap perubahan 1 sekon, mobil tersebut menempuh jarak yang sama, yaitu 10 m.
Dengan kata lain mobil tersebut mempunyai kecepatan yang sama, yaitu 10 m/s.

Pada gerak luru beraturan, berlaku persamaan :
rumus kecepatan, glb, gerak lurus beraturan
dengan
v = kecepatan (m/s)
s = perpindahan (m)
t = waktu yang diperlukan (s)

http://arsyadriyadi.blogspot.com/2012/09/gerak-lurus-beraturan-glb.html


Selengkapnya